Misteri Tulang Rapuh (Osteoporosis): Mengungkap Peran Mikrobiota Usus, Probiotik, dan miRNA
Keywords:
osteoporosis, mikrobiota usus, probiotik, miRNASynopsis
Osteoporosis seringkali disebut sebagai silent disease karena biasanya tidak bergejala. Kesehatan tulang jarang menjadi perhatian khusus; bahkan pemeriksaan skrining atau medical check-up hampir tidak pernah memasukkan pemeriksaan kepadatan tulang sebagai parameternya. Akibatnya, osteoporosis seringkali diketahui terlambat setelah seseorang sudah mengalami kondisi patah tulang. Selain faktor genetik, faktor usia, pola hidup seperti kecukupan nutrisi (vitamin dan mineral), aktivitas fisik termasuk olahraga, pola tidur, kebiasaan merokok, stres, serta faktor hormonal dan imunitas sangat berperan dalam menentukan kualitas kepadatan tulang. Kondisi ini berkaitan dengan ketidakseimbangan antara aktivitas resorpsi atau pelepasan massa tulang (osteoklas) dan pembentukan massa tulang (osteoblas). Berbagai penyakit atau kelemahan tubuh juga dapat menjadi faktor penyebab sekunder yang mengganggu keseimbangan bone remodeling, terutama pada proses inflamasi maupun kondisi imunitas tubuh. Pemberian obat-obatan tertentu juga dapat memengaruhi proses kerapuhan tulang. Peran mikrobiota usus menjadi sangat penting dalam menjaga kesehatan usus terkait dengan gut-bone axis yang berhubungan dengan metabolit yang dihasilkan sebagai sumber energi bagi sel epitel usus. Keseimbangan mikrobiota usus ikut memengaruhi kesehatan tulang, sehingga dapat menjadi pilihan terapi pendukung bagi kesehatan dan kepadatan massa tulang. Mekanisme molekular seperti miRNA memiliki peran penting dalam mengatur aktivitas osteoklas, yaitu sel tulang yang berfungsi melakukan pelepasan massa tulang. miRNA merupakan molekul RNA non-coding endogen berukuran kecil yang berfungsi sebagai regulator pascatranskripsi dalam regulasi ekspresi gen. Buku ini membahas peranan miRNA pada bone remodeling serta potensinya sebagai arah terapi osteoporosis di masa depan. Aspek menarik lainnya adalah bagaimana gut microbiota berperan sebagai regulator ekspresi miRNA dalam proses osteoporosis, sehingga modulasi mikrobiota berpotensi mengatur ekspresi miRNA—termasuk melalui pendekatan pemberian probiotik dan prebiotik. Buku ini memberikan pandangan baru tentang bagaimana menjaga kesehatan tulang dimulai dari memahami proses terjadinya penurunan massa tulang hingga mekanisme molekular terbaru mengenai bone remodeling dan potensi terapinya, yang bermanfaat bagi pencegahan, pemeliharaan, dan pengobatan.
References
Afzaal, M., Saeed, F., Shah, Y.A., Hussain, M., Rabail, R., Socol, C.T., Hassoun, A., et al. (2022). Human gut microbiota in health and disease: Unveiling the relationship. Frontiers in Microbiology, 13, 999001. [https://doi.org/10.3389/fmicb.2022.999001]
Bachtiar, M.M. (2023). Uji Simulasi Molekular Doking Ekstrak Chlorella vulgaris terhadap Marker Osteogenik yang Mempengaruhi Osseointegrasi. Dissertation. Universitas Hasanuddin. [https://repository.unhas.ac.id/id/eprint/33977/]
Barnsley, J., Buckland, G., Chan, P.E., Ong, A., Ramos, A.S., Baxter, M. (2021). Pathophysiology and treatment of osteoporosis: Challenges for clinical practice in older people. Aging Clinical and Experimental Research, 33(4), 759–773. [https://doi.org/10.1007/s40520-021-01817-y]
Bhardwaj, A., Sapra, L., Tiwari, A., Mishra, P.K., Sharma, S., Srivastava, R.K. (2022). Osteomicrobiology: The nexus between bone and bugs. Frontiers in Microbiology, 12, 812466. [https://doi.org/10.3389/fmicb.2021.812466]
Harsa, I.M.S. (2025). Fisiologi Pencernaan dan Mikrobiota Usus. Sukabumi: CV Jejak. [https://kbk1456462.perpustakaandigital.com/detail/fisiologi-pencernaan-dan-mikrobiota-usus/105506]
Hidayah, N., Kasiati. (2024). Edukasi osteoporosis dan penanganannya serta pemeriksaan kesehatan pada lansia RW 4 dan RW 5 di Desa Sumberporong Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Jurnal Media Abdimas, 2(2), 28–37.
Hou, K., Wu, Z.X., Chen, X.Y., Wang, J.Q., Zhang, D., Xiao, C., et al. (2022). Microbiota in health and diseases. Signal Transduction and Targeted Therapy, 7, 135. [https://doi.org/10.1038/s41392-022-00974-4]
Humaryanto, Syauqy, A. (2019). Gambaran indeks massa tubuh dan densitas massa tulang sebagai faktor risiko osteoporosis pada wanita. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 30(3), 218–222. [https://doi.org/10.21776/ub.jkb.2019.030.03.10]
Jiménez-Ortega, R.F., Ortega-Meléndez, A.I., Patiño, N., Rivera-Paredez, B., Hidalgo-Bravo, A., Velázquez-Cruz, R. (2024). The involvement of microRNAs in bone remodeling signaling pathways and their role in the development of osteoporosis. Biology, 13(7), 505. [https://doi.org/10.3390/biology13070505]
Komariah, M., Mulyana, A.M., Maulana, S., Rachmah, A.D., Nuraeni, F. (2021). Literature review terkait manfaat terapi akupresur dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan. Jurnal Medika Hutama, 2(4), 1–5. [https://jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH/article/download/252/171/]
Mahyudin, F. (2018). Graf Tulang dan Material Pengganti Tulang (Karakteristik dan Strategi Aplikasi Klinis). Surabaya: Airlangga University Press. [https://repository.unair.ac.id/85562/]
De Martinis M, Sirufo MM, Ginaldi L. (2020). Osteoporosis: Current and emerging therapies targeting immunological checkpoints. Current Medicinal Chemistry, 27(37), 6356–6372. [https://doi.org/10.2174/0929867326666190730113123]
Mulyono, A. (2022). Gabungan metode gray level co-occurrence matrix dan gray level run length matrix pada analisis citra radiografi dental panoramic untuk deteksi dini osteoporosis. ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, 8(1), 134–138. [https://doi.org/10.31764/orbita.v8i1.8334]
Mustafa, P.S. (2023). Pertumbuhan dan perkembangan otot, tendon, ligamen, tulang, sendi, axis dalam gerak serta upaya untuk pengoptimalan kualitas gerak pada peserta didik: Sebuah tinjauan. Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 3(2), 1–14. [https://doi.org/10.69503/medika.v3i2.588]
Nugroho, J.J. (2015). Analisis Rasio Osteoblas dan Osteoklas pada Resorpsi Tulang Periapikal Tikus Wistar Berdasarkan Konsentrasi dan Lama Induksi Bakteri Fusobacterium nucleatum. Dissertation. Universitas Hasanuddin. [https://repository.unhas.ac.id/id/eprint/37763/]
Pandey, S. (2020). Osteoarthritis: A review of etiopathology, diagnosis and management. Journal of Nepal Medical Association, 16(2), 112–118. [https://www.nepjol.info/index.php/JCMSN/article/view/28320]
Prabowo, N.A., Ardyanto, T.D., Myrta, R. (2024). Terapi Moringa pada Osteoporosis. Yogyakarta: Tahta Media Group.[https://tahtamedia.co.id/index.php/issj/article/view/1192/1187]
Rusydan, A.M., Zulfaidah, N.T. (2024). Peptida bioaktif: Menjelajahi potensi dan tantangan menuju pangan masa depan. Jurnal Farmasi SYIFA, 2(2), 56–67. [https://doi.org/10.63004/jfs.v2i2.461]
Seely, K. D., Kotelko, C. A., Douglas, H., Bealer, B., & Brooks, A. E. (2021). The Human Gut Microbiota: A Key Mediator of Osteoporosis and Osteogenesis. International journal of molecular sciences, 22(17), 9452. [https://doi.org/10.3390/ijms22179452]
Setyorini, A., Suandi, I.K.G., Sidiartha, I.G.L., Suryawan, W.B. (2009). Pencegahan osteoporosis dengan suplementasi kalsium dan vitamin D pada penggunaan kortikosteroid jangka panjang. Sari Pediatri, 11(1), 32–38. [https://doi.org/10.14238/sp11.1.2009.32-8]
Tandra, H. (2009). Segala Sesuatu yang Harus Anda Ketahui Tentang Osteoporosis: Mengenal, Mengatasi, dan Mencegah Tulang Keropos. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Yousuf, H., Tomar, G.B., Srivastava, R.K. (2015). Probiotics and bone health: It takes guts to improve bone density. International Journal of Immunotherapy and Cancer Research, 1(1), 18–22. [https://doi.org/10.17352/2455-8591.000005]
Zaki, A. (2020). Buku Saku Osteoporosis. Ciputat: CV Harisma Jaya Mandiri. [https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/51713]
Downloads
Published
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

